Senin, 13 Mei 2013




Close
Masjid Agung Demak
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Masjid Agung Demak
Masjid demak.jpg
Tampak depan dari Masjid Agung Demak
Letak
Afiliasi agama
Deskripsi arsitektur
Jenis arsitektur
Masjid
Gaya arsitektur
Jawa
Spesifikasi
Masjid Agung Demak di akhir abad ke-19
Masjid Agung Demak adalah salah satu mesjid tertua yang ada di Indonesia. Masjid ini terletak di desa Kauman, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Masjid ini dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam ditanah Jawayang disebut dengan Walisongo. Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan Demak sekitar abad ke-15 Masehi.
Masjid Agung Demak juga telah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO semenjak tahun 1995.
Arsitektur
Masjid ini mempunyai bangunan-bangunan induk dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut saka guru. Tiang ini konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai saka tatal. Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit. Atap limas Masjid terdiri dari tiga bagian yang menggambarkan ; (1) Iman, (2) Islam, dan (3) Ihsan. Di Masjid ini juga terdapat “Pintu Bledeg”, bertuliskan Condro Sengkolo, yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani, dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.
Raden Patah bersama Wali Songo mendirikan Masjid Maha karya abadi yang karismatik ini dengan memberi prasasti bergambar bulus. Ini merupakan Condro Sengkolo Memet, dengan arti Sariro Sunyi Kiblating Gusti yang bermakna tahun 1401 Saka. Gambar bulus terdiri dari kepala yang berarti angka 1 ( satu ), kaki 4 berarti angka 4 ( empat ), badan bulus berarti angka 0 ( nol ), ekor bulus berarti angka 1 ( satu ). Bisa disimpulkan, Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka.
Di dalam lokasi kompleks Masjid Agung Demak, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan para abdinya. Di sana juga terdapat sebuah Museum Masjid Agung Demak, yang berisi berbagai hal mengenai riwayat berdirinya Masjid Agung Demak.
l  b  s
Masjid besar dan bersejarah di Indonesia

l  b  s

Mosque.svg 
Artikel bertopik masjid ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Top of Form
Bottom of Form
  • Wikimedia Foundation
  • Powered by MediaWiki






















Tokoh sejarah dunia | Buku yang berdasarkan fakta asal usul sejarah


































Sejarah dan Keistimewaan Masjid Demak

Sejarah dan Keistimewaan Masjid Demak

(Sejarah dan Keistimewaan Masjid Demak) – Masjid Agung Demak adalah sebuah mesjid yang tertua di Indonesia. Masjid ini terletak di desa Kauman, Demak, Jawa Tengah. Masjid ini dipercayai pernah merupakan tempat berkumpulnya para ulama (wali) penyebar agama Islam, disebut juga Walisongo, untuk membahas penyebaran agama Islam di Tanah Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya. Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan Demak.

Bangunan yang terbuat dari kayu jati ini berukuran 31 m x 31 m dengan bagian serambi berukuran 31 m x 15 m. Atap tengahnya ditopang oleh empat buah tiang kayu raksasa (saka guru), yang dibuat oleh empat wali di antara Wali Songo. Saka sebelah tenggara adalah buatan Sunan Ampel, sebelah barat daya buatan Sunan Gunung Jati, sebelah barat laut buatan Sunan Bonang, sedang sebelah timur laut yang tidak terbuat dari satu buah kayu utuh melainkan disusun dari beberapa potong balok yang diikat menjadi satu (saka tatal), merupakan sumbangan dari Sunan Kalijaga. Serambinya dengan delapan buah tiang boyongan merupakan bangunan tambahan pada zaman Adipati Yunus (Pati Unus atau pangeran Sabrang Lor), sultan Demak ke-2 (1518-1521) pada tahun 1520.
A. Selayang Pandang
Masjid  Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini memiliki nilai historis yang sangat penting bagi perkembangan Islam di tanah air, tepatnya pada masa Kesultanan Demak Bintoro. Banyak masyarakat memercayai masjid  ini sebagai tempat berkumpulnya para wali penyebar agama Islam, yang lebih dikenal  dengan sebutan Walisongo (Wali Sembilan). Para wali ini sering berkumpul untuk beribadah, berdiskusi tentang penyebaran agama Islam, dan mengajarkan ilmu-ilmu Islam kepada penduduk sekitar. Oleh karenanya, masjid ini bisa dianggap sebagai monumen hidup penyebaran Islam di Indonesia dan bukti kemegahan Kesultanan  Demak Bintoro.
Fortuner SUV Terbaik
Masjid Agung Demak didirikan dalam tiga tahap. Tahap pembangunan pertama adalah pada tahun 1466. Ketika itu masjid ini masih berupa bangunan Pondok Pesantren  Glagahwangi di bawah asuhan Sunan Ampel. Pada tahun 1477, masjid ini dibangun  kembali sebagai masjid Kadipaten Glagahwangi Demak. Pada tahun 1478, ketika  Raden Fatah diangkat sebagai Sultan I Demak, masjid ini direnovasi dengan penambahan  tiga trap. Raden Fatah bersama Walisongo memimpin proses pembangunan masjid ini  dengan dibantu masyarakat sekitar. Para wali saling membagi tugasnya masing-masing. Secara umum, para wali menggarap soko guru yang menjadi tiang  utama penyangga masjid. Namun, ada empat wali yang secara khusus memimpin pembuatan  soko guru lainnya, yaitu: Sunan Bonang memimpin membuat soko guru di bagian  barat laut; Sunan Kalijaga membuat soko guru di bagian timur laut; Sunan Ampel  membuat soko guru di bagian tenggara; dan Sunan Gunungjati membuat soko guru di  sebelah barat daya.
B. Keistimewaan
Luas  keseluruhan bangunan utama Masjid Agung Demak adalah 31 x 31 m2. Di  samping bangunan utama, juga terdapat serambi masjid yang berukuran 31 x 15 m  dengan panjang keliling 35 x 2,35 m;  bedug dengan ukuran 3,5 x 2,5 m; dan tatak rambat dengan ukuran 25 x 3  m. Serambi masjid berbentuk bangunan yang terbuka. Bangunan masjid ditopang  dengan 128 soko, yang empat di antaranya merupakan soko guru sebagai penyangga  utamanya. Tiang penyangga bangunan masjid berjumlah 50 buah, tiang penyangga serambi berjumlah 28 buah, dan tiang kelilingnya berjumlah 16 buah.
Masjid ini  memiliki keistimewaan berupa arsitektur khas ala Nusantara. Masjid ini  menggunakan atap limas bersusun tiga yang berbentuk segitiga sama kaki. Atap limas  ini berbeda dengan umumnya atap masjid di Timur Tengah yang lebih terbiasa dengan  bentuk kubah. Ternyata model atap limas bersusun tiga ini mempunyai makna,  yaitu bahwa seorang beriman perlu menapaki tiga tingkatan penting dalam keberagamaannya: iman, Islam, dan ihsan. Di samping itu, masjid ini memiliki lima  buah pintu yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lain, yang memiliki  makna rukun Islam, yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. Masjid ini  memiliki enam buah jendela, yang juga memiliki makna rukun iman, yaitu percaya  kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, hari  kiamat, dan qadha-qadar-Nya.
Bentuk bangunan  masjid banyak menggunakan bahan dari kayu. Dengan bahan ini, pembuatan bentuk  bulat dengan lengkung-lengkungan akan lebih mudah. Interior bagian dalam masjid  juga menggunakan bahan dari kayu dengan ukir-ukiran yang begitu indah.
Bentuk bangunan masjid yang unik tersebut ternyata hasil kreativitas masyarakat pada saat itu. Di samping banyak mengadopsi perkembangan arsitektur lokal ketika itu, kondisi iklim tropis (di antaranya berupa ketersediaan kayu) juga mempengaruhi proses pembangunan masjid. Arsitektur bangunan lokal yang berkembang pada saat itu,  seperti joglo, memaksimalkan bentuk limas dengan ragam variasinya.
Masjid  Agung Demak berada di tengah kota dan menghadap ke alun-alun yang luas. Secara  umum, pembangunan kota-kota di Pulau Jawa banyak kemiripannya, yaitu suatu  bentuk satu-kesatuan antara bangunan masjid, keraton, dan alun-alun yang berada  di tengahnya. Pembangunan model ini diawali oleh Dinasti Demak Bintoro. Diperkirakan, bekas Keraton Demak ini berada di sebelah selatan Masjid Agung  dan alun-alun.
Di lingkungan Masjid Agung Demak ini terdapat sejumlah benda-benda peninggalan bersejarah, seperti Saka Tatal, Dhampar Kencana, Saka Majapahit, dan Maksurah. Di samping  itu, di lingkungan masjid juga terdapat komplek makam sultan-sultan Demak dan  para abdinya, yang terbagi atas empat bagian:
  • Makam Kasepuhan, yang terdiri atas 18 makam, antara  lain makam Sultan Demak I (Raden Fatah) beserta istri-istri dan putra-putranya,  yaitu Sultan Demak II (Raden Pati Unus) dan Pangeran Sedo Lepen (Raden  Surowiyoto), serta makam putra Raden Fatah, Adipati Terung (Raden Husain).
  • Makam Kaneman, yang terdiri atas 24 makam, antara lain makam Sultan Demak III (Raden Trenggono), makam istrinya, dan makam  putranya, Sunan Prawoto (Raden Hariyo Bagus Mukmin).
  • Makam di sebelah barat Lasepuhan dan Kaneman, yang terdiri atas makam Pangeran Arya Penangsang, Pangeran Jipang, Pangeran Arya  Jenar, Pangeran Jaran Panoleh.
  • Makam lainnya, seperti makam Syekh Maulana Maghribi, Pangeran Benowo, dan Singo Yudo.
C. Arsitektur
Masjid ini mempunyai bangunan-bangunan induk dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut saka guru. Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit.
Di dalam lokasi kompleks Masjid Agung Demak, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan para abdinya. Di sana juga terdapat sebuah museum, yang berisi berbagai hal mengenai riwayat berdirinya Masjid Agung Demak.
D. Lokasi
Masjid  Agung Demak terletak di Desa Kauman, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah,  Indonesia.
E. Akses
Letak masjid yang berada di tengah kota memudahkan bagi pengunjung untuk menuju  lokasi, baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.
 11  0

 0
Click Here
Related post
in



Last post

  •  

Healthy & Beauty

Technology & Internet

Techno News ·  Games ·  Smartphone ·  Gadgets ·  Laptop ·  Automotive ·  Auto News · 
©DGMI 2012, All Rights Reserved · Diwarta · Term Of Use · Privacy Policy · Disclaimer Powered By: WebHosting Indonesia · Fortuner SUV Terbaik
Searching for masjid demak?
Cheap Hotel Deal
Complete Information and Resouces about Cheap Hotel Deal
dr580.com
Click here

WISATA INDONESIA

menjelajahi tempat wisata nusantara yang mengagumkan

Labels

ANDA BUTUH??

<p>Your browser does not support iframes.</p>

Archieve

FOLLOW ME

LANGGANAN ARTIKEL
Enter Your Email
Delivered by FeedBurner

MASJID DEMAK

Sabtu, Oktober 08, 2011 flashreload 3 comments
<p>Your browser does not support iframes.</p>

Masjid Agung Demak adalah salah satu masjid tertua di indonesia. Masjid ini terletak di desa Kauman, Kabupaten Demak, Propinsi Jawa Tengah. Masjid Demak ini diyakini sebagai tempat berkumpulnya para wali yang menyebarkan agama Islam ditanah jawa atau dikenal  dengan sebutan  walisongo. Pendiri masjid ini adalah Raden Fatah, yaitu raja pertama dari Kerajaan/Kesultanan Demak Bintoro, sekitar abad ke-15 Masehi.


Masjid Demak yang memiliki ukuran 31 meter x 31 meter serta serambi ukuran 31 meter x 15 meter itu merupakan bangunan limas dengan keunikan tersendiri. Masjid Demak disokong oleh 4 pilar atau tiang utama yang dibuat khusus oleh empat orang wali.

Di  samping bangunan utama, juga terdapat serambi masjid yang berukuran31 x 15 m  dengan panjang keliling 35 x 2,35 m, bedug dengan ukuran 3,5x 2,5 m, dan tatak rambat dengan ukuran 25 x3 m. 


Serambi masjid berbentuk bangunan yang terbuka. Bangunan masjid ditopang  dengan 128 soko/tiang, yang empat di antaranya merupakan soko guru sebagai penyangga utamanya. Tiang penyangga bangunan masjid berjumlah 50 buah, tiang penyangga serambi berjumlah 28 buah, dan tiang kelilingnya berjumlah 16 buah.


Masjid  Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini memiliki nilai historis yang sangat penting bagi perkembangan dan penyebaran agama Islam di tanah air, tepatnya pada masa Kesultanan Demak Bintoro. Banyak masyarakat mempercayai masjid  ini sebagai tempat berkumpulnya para wali. penyebar agama Islam di tanah jawa, yang lebih dikenal  dengan sebutan Walisongo (WaliSembilan). Para wali ini sering berkumpul untuk beribadah, berdiskusi tentang penyebaran agama Islam, dan mengajarkan ilmu-ilmu Islam kepada penduduk sekitar. Oleh karenanya, masjid ini bisa dianggap sebagai saksi hidup penyebaran agama  Islam di Indonesia dan bukti kemegahan Kesultanan  Demak Bintoro.

Di lingkungan Masjid Agung Demak ini terdapat sejumlah benda-benda peninggalan bersejarah, seperti Saka Tatal, Dhampar Kencana, Saka Majapahit, dan Maksurah. Di samping  itu, di lingkungan masjid juga terdapat komplek makam sultan-sultan Demak dan  para abdinya, yang terbagi atas empat bagian:
1. Makam Kasepuhan, yang terdiri atas 18 makam, antara  lain makam


2. Sultan Demak I (Raden Fatah) beserta istri-istri dan
    putra-putranya,  yaitu Sultan Demak II (Raden Pati Unus) dan Pangeran Sedo Lepen (Raden  Surowiyoto), serta makam putra Raden Fatah, Adipati Terung (Raden Husain).

3. Makam Kaneman, yang terdiri atas 24 makam, antara lain makam Sultan Demak III (Raden Trenggono), makam istrinya, dan makam  putranya, Sunan Prawoto (Raden Hariyo Bagus Mukmin). 

4. Makam di sebelah barat Lasepuhan dan Kaneman, yang terdiri atas makam Pangeran Arya Penangsang, Pangeran Jipang, Pangeran Arya Jenar, Pangeran Jaran Panoleh. 

Makam lainnya, seperti makam Syekh Maulana Maghribi, Pangeran Benowo, dan Singo Yudo.

Di bagian samping masjid ada ruangan kecil berfungsi sebagai museum penyimpan benda-benda bersejarah. Di sini juga tersimpan bekas tiang soko guru dan sirap karena masjid ini sudah mengalami beberapa kali renovasi, tetapi sebagian besar masih asli.  Ada pula kentongan  kuno dan yang sangat menarik ada kitab tafsir  Al Qur'an hasil tulisan tangan Sunan Bonang yang tersimpan dalam lemari kaca
 
Di sekitar masjid terdapat sejumlah penginapan. Di samping itu, juga terdapat banyak  penjual makanan, minuman, cinderamata, dan oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Jika anda sedang bepergian melalui pantai utara jawa (Semarang ke timur), maka sangat sayang jika anda melewatkan obyek wisata lokal Religi yang satu ini. Disamping berwisata ditempat ini pula kita bisa belajar tentang sejarah penyebaran dan perkembangan agama Islam di tanah jawa, Khususnya pada masa pemerintahan kerajaan Demak Bintoro.

Related Posts

3 comments:

pelancongnekad mengatakan...
salah satu bukti penyebaran islam di Indonesia
mantap lah
;-)

*tautannya dah nangkring di laman saya*
cakidot :-D
sapro flasher mengatakan...
siap.. makasih bimbingannya
Aqiqah Murah mengatakan...
Suatu hari nanti, Aqiqah Murah akan mampir ke Masjid Agung Demak :)

Poskan Komentar

CHOOSE LANGUANGE

Popular Posts

Museum Dirgantara Mandala berlokasi  di ujung utara Kabupaten Bantul dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman tepatnya di area komp...
Tempat wisata Jogja yang satu ini memang jarang di temukan di kota lain, selain unik dan menarik tempat ini juga sangat mendidik  anak-an...
“JASMERAH”.. Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Membaca Ungkapan  diatas, Pikiran kita langsung tertuju pada diri sang Proklamator k...
Berlokasi sekitar 1 kilometer dari pusat kota Magelang, tepatnya ke arah selatan atau  sekitar 19 Kilometer dari Candi Borobudur . Taman ...
Indonesia  terkenal dengan  kemajemukan  budaya. Keberagaman suku, agama, dan ras yang terkandung dalam nilai ke Bhineka an. Selain itu,  ...
Monumen Simpang Lima Gumul adalah salah satu ikon baru dari objek wisata lokal yang ada di  kediri. Terletak di persimpangan arah selatan...
Mirip nasi tumpeng ya!! Sayangnya ini bukan makanan, ini adalah Monumen Jogja Kembali. Monumen yang di bangun untuk menge...
Berlokasi di Jl. Taman, Kraton, Yogyakarta 55133.  Istana Taman sari adalah Taman kerajaan atau pesanggrahan Sultan Yogya dan keluarg...
all image from:http://kidsfun.co.id Inilah tempat wisata lokal yang sangat cocok sebagai tempat rekreasi keluarga dengan fasilitas t...
Kota Blitar selain terkenal dengan Bung Karno nya, Ternyata Blitar juga mempunyai situs atau Candi yang sayang untuk tidak anda kunjun...

LINK BLOGGER

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

· 

iklan anda

<p>Your browser does not support iframes.</p>

<p>Your browser does not support iframes.</p>
PlanetBlog - Komunitas Blog IndonesiaTravel Blog Directoryitravelnet.com Travel Bloghttp://Link-exchange.comxa.com
TopBlogIndonesia.comTravel Asia Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryAlexa Certified Traffic Ranking for http://banggawisatalokal.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar